You are currently viewing Pipa Plastik : Awal Mula Masuk Indonesia
sumber : anekapipa.com

Pipa Plastik : Awal Mula Masuk Indonesia

Pipa Plastik : Awal Mula Masuk Indonesia

PIPA PLASTIK – Apa yang anda ketahui ketika mendengar kata plastik ? Benda yang volume dan jumlahnya sangat banyak sekali ini hampir setiap waktu selalu ada di sekitar kita, dan semua kehidupan manusia pada umumnya di dunia ini, seakan – akan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di dunia ini. 

Namun, tanpa kita sadari, apakah kita semua sudah tahu, sejak kapan material plastik itu mulai ada ? Dan, kapan Plastik masuk ke Indonesia pertama kali, serta seperti apa persebarannya di Indonesia? 

Sebelumnya, mari kita bahas dahulu, kapan mulai hadirnya material “plastic” ini pertama kali di dunia. Menurut referensi dari beberapa sumber, kata “ Plastik “ ini berasal dari dari Bahasa Yunani yaitu, “Plastikos” yang berarti lentur dan mudah dibentuk. Orang yang memperkenalkan plastik pertama kali adalah Alexander Parkes. Plastik dikenalkan oleh Parkes pada sebuah ekshibisi internasional di London, Inggris pada tahun 1862. Plastik yang ditemukan oleh seorang pria kelahiran 29 Desember 1813, Suffolk Street, Birmingham, Inggris  itu kemudian dikenal dengan istilah Parkesine yang dibuat dari bahan dasar organik dari selulosa. Parkesine inilah yang menghasilkan produk seperti gagang pisau, sisir, kancing, dan lain sebagainya. Alexander Parkes meninggal di usia 76 tahun, pada 29 Juni 1890, dan mendapat Tanda Permanen BLUE PAQUE. Blue paque ini secara garis besar artinya adalah Tanda permanen yang dipasang di tempat umum di Britania Raya, dan Negara serta wilayah tertentu lainnya, untuk memperingati hubungan antara lokasi tersebut dengan orang terkenal, peristiwa, atau bekas bangunan di situs tersebut, yang berfungsi sebagai penandan sejarah. Istilah ini digunakan di Negara Inggris.

Berjalannya waktu, dan pada perkembangan jaman, Leo Hendrik Baekaland pada tahun 1907, Ahli Kimia Blasteran Belgia – Amerika Serikat ini melakukan sebuah penelitian untuk suatu bahan alternatif shallac karena dia berpikir akan dapat memperoleh banyak uang apabila dapat menjual bahan tersebut kepada industri elektronik. Ternyata dalam penelitian yang ia lakukan justru dapat menghasilkan sebuah bahan lentur yang bisa dibentuk serta cukup tahan terhadap panas. Kemudian dia menamai bahan tersebut sebagai “Bakelite”.. Bakelite/ Bakelit adalah plastik pertama yang terbuat dari komponen sintetis. Ini adalah resin fenol formaldehida termoseting, terbentuk dari reaksi kondensasi fenol dengan formaldehida.

Setelah 2 tahun berjalan, Bakelite dipatenkan pada tanggal 7 Desember 1909. Penciptaan plastik sintetis revolusioner karena sifat nonkonduktivitas listrik dan tahan panasnya pada isolator listrik, selubung radio dan telepon, dan beragam produk seperti peralatan dapur, perhiasan, batang pipa, mainan anak-anak, dan senjata api.

Plastik seperti yang saat ini dikenal di seluruh dunia, baru mulai dikembangkan secara luas pada Tahun 1975 oleh beberapa tokoh besar seperti Montomery Ward, Montgomery Wrad J. C, Penny, Sear, dan tokoh penting lainnya.

Perkembangan plastik di pasaran sejak tahun tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Di mana pada Tahun 1930-an jumlah produksi dalam setahun hanya mencapai beberapa ratus ton, sedangkan pada Tahun 1990-an meningkat menjadi 150 juta ton dan pada Tahun 2002.

Awal Mula Plastik Masuk Indonesia

Awal mula plastik masuk ke Indonesia yaitu pada saat Perang Dunia II. Orang Indonesia awal mula kenal dengan Plastik sekitar Tahun 1950 an, dan mulai persebarannya pada Tahun 1952, dibuktikan dengan telah berdirinya 12 Pabrik pengolahan plastik menjadi barang jadi. Sejak berdirinya Pabrik pengolahan plastik di Indonesia ini, masyarakat Indonesia mulai lebih mengenal dan menggunakan barang hasil produksi dari plastik tersebut. Yaitu menghasilkan banyak sekali barang jadi, seperti alat – alat rumah tangga, sisir, mainan anak, kancing baju, sisir, dan lain – lain. Pabrik – Pabrik pembuat bahan plastik di Indonesia tersebut mengimpor bahan baku plastik dari Belanda dan Amerika Serikat melalui Distributornya yaitu, Perusahaan Minyak Shell dan Bataafsche Petroleum Maatschappij.

Masa gemilang penggunaan plastik di Indonesia, ditandai juga dengan berdirinya Pabrik Pipa PVC / Pipa Plastik, bernama PT. Prakarsa Plastic, adalah Pabrik Pipa Air berbahan plastik pertama di Indonesia, yaitu pada awal 1962. Seiring berkembangnya pabrikan berbahan dasar plastik, yang salah satu hasil produksinya adalah Pipa PVC untuk Pipa Air Bersih dan Pipa Air Buangan, maka pada saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo yang menjabat 2 periode yaitu periode 1960–1964 dan periode 1965–1966, dalam kampanye nya mengharapkan para Pabrik an Pipa Plastik / Pipa Air ini mendukung Visi nya menjadikan Kota Jakarta ini sebagai Kota Industri. Beliau memandang sangat penting bahwa, penggunaan pipa air berbahan plastik untuk mendukung suplai air bersih di Jakarta. Pipa Air berbahan plastik tahan dingin dan tahan panas, tidak seperti pipa logam yang rentan rusak dihantam cuaca dan korosi.

Industri Plastik di Indonesia

Pipa Plastik – Industri plastik di Indonesia saat ini mengalami perkembangan. Hanya saja perkembangan tersebut tidak meningkat melainkan terus menurun seiring berjalannya waktu, sebab tantangan yang dihadapi cukup besar. Salah satu dari tantangannya adalah sifat plastik yang tidak dapat terurai, sehingga justru berimbas pada sampah yang menumpuk.

Selanjutnya, tantangan lainnya adalah minyak bumi sebagai bahan baku plastik terus berkurang dan menipis, sedangkan plastik tidak bisa diperbarui kembali menjadi bahan dasar. Selain itu juga, bahan baku biji plastik yang harus diimpor dari luar negeri juga dirasa berat.

Walaupun begitu, kebutuhan dan permintaan produk berbahan plastik terus meningkat. Bisa kita dilihat bersama, bahwa hampir semua produk di pasaran saat ini, menggunakan kemasan dari plastik. Hal tersebut menunjukkan bukti bahwa meski industri plastik mengalami penurunan, tetapi permintaan dan penggunaan produk dari plastik terus meningkat, jadi tidak bisa dipungkiri lagi suatu waktu nanti, industri plastik dapat bangkit kembali.

mikroplastik tetap tidak mudah terurai dan dampaknya juga sama saja dengan membuang plastik langsung. Justru mikroplastik sangat mudah tersebar di mana-mana.

Leave a Reply