Working Hours

Mon - Fri: 09.00am - 10.00pm

Quick Contact

124 523 6251

Email Us

info@bildo.com

Ilustrasi-Pipa-HDPE

Pertama ditemukan, materi HDPE memikat karena sifat unik dan tangguh, hingga akhirnya digunakan untuk Pipa HDPE seperti yang kita kenal sekarang.

HDPE atau High Density Polyethylene atau Polietilena berdensitas tinggi dikutip dari Wikipedia adalah bahan Polyethylene Thermoplastic yang terbuat dari bahan minyak bumi. Dalam rumusnya, untuk membuat 1 Kg bahan HDPE dibutuhkan sekitar 1,75 Kg Minyak Bumi.

Sehingga peningkatan harga minyak bumi sangat berpengaruh pada fluktuasi produk berbahan dasar HDPE.

Bahan ini juga biasa dikenal dengan nama Alkathene, penggunaan untuk bahan pipa, orang lebih familiar dengan nama Polietilena (Polythene). Memiliki simbol daur ulang nomor dua, yang artinya material ini bisa didaur ulang untuk dijadikan benda tertentu.

Popularitas bahan HDPE sudah mulai dirasakan sejak tahun 2007. Saat itu, bahan ini dikenal dengan karakter istimewa, dengan tingkat kekuatan dan kelenturan tinggi, tahan panas hingga suhu tertentu dan aman digunakan untuk tempat atau peralatan makan, karena lulus standard food grade.

Sehingga bahan ini kerap dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan. Mulai dari kantong plastik, peralatan rumah tangga, kemasan makanan, kemasan susu, Kursi, meja, papan seluncur, Pipa PE-100 / HDPE, mainan dan tempat makan bayi. Produksi bahan HDPE pada saat itu pun pada akhirnya melonjak hingga mencapai 30 ton produksi dalam setahun.

Rahasia karakter istimewa HDPE ini terletak pada desain pembuatan material. Percabangan yang sedikit, membuat gaya tarik antar molekul bahan sangat tinggi. Sehingga bahan ini bisa mengeras di suhu normal dan tahan terhadap suhu tinggi hingga 120°C (dalam waktu singkat). Selain itu, materi ini juga tahan terhadap bahan kimia, sehingga aman untuk digunakan untuk peralatan makan.

Sekilas penjelasan di atas telah menjabarkan setidaknya sedikit dari keistimewaan bahan HDPE atau biasa juga dikenal dengan bahan PE-100. Karakter istimewa tersebut yang pada akhirnya menginspirasi pembuatan produk pipa dari bahan yang sama, atau kini biasa kita kenal dengan nama Pipa HDPE atau Pipa PE-100.

Pipa HDPE Untuk Saluran Air Bersih

Sejarah penggunaan bahan pipa atau semacamnya sudah ada sejak Zaman dahulu. Di Mesir misalnya, orang menggunakan lempengan tembaga yang dibentuk sedemikian rupa, dan pada akhirnya digunakan untuk saluran air yang dialirkan dari rumah ke rumah, sebelum akhirnya menggunakan Pipa HDPE.

Konsep ini yang kemudian memberi ide sistem pengairan air bersih modern yang mulai dikembangkan di Eropa, khususnya di Belanda. Yang pada akhirnya menjadi pionir penggunaan bahan plastik termasuk Pipa HDPE untuk saluran perpipaan modern.

Sejarah penggunaan bahan plastik untuk saluran pipa rupanya tak serta merta terjadi begitu saja. Karena hal ini tak bisa lepas dari penggunaan bahan pipa sebelum plastik dilirik menjadi material pembuat pipa air.

Pipa besi pada awalnya digunakan untuk saluran air, karena sifat bahan logam yang dianggap tangguh dan berharap bisa berusia lama. Hanya saja, kepercayaan tersebut runtuh karena sifat logam yang mudah berkarat.

Tak hanya membuat saluran mudah rusak, kelemahan ini pada akhirnya juga kerap mencemari air bersih yang tujuannya hendak dikonsumsi. Penggunaan bahan lain untuk saluran pipa pun pada akhirnya mulai dipikirkan, hingga akhirnya orang berpikir untuk menggunakan bahan plastik.

Bahan plastik dipilih karena permukaan lebih halus dan tidak memiliki sifat karat yang merusak, seperti pada jenis pipa besi. Dan awalnya bahan (thermoplastik) yang digunakan adalah jenis Polyvinyl chloride atau biasa dikenal dengan pipa PVC.

Bahan ini pun langsung populer karena sifatnya yang tidak berkarat, seperti pipa besi. Hanya saja, bahan ini pun juga memiliki kelemahan, diantaranya bahan yang mudah rusak karena satu dan beberapa permasalahan. Seperti faktor cuaca, aliran air yang mengurangi kekuatan material dan bahan yang mudah pecah karena benturan secara tiba-tiba.

Kekurangan ini yang pada akhirnya membuat orang kembali berpikir untuk menggunakan bahan sejenis, namun memiliki karakter lebih baik. Sekaligus bisa digunakan dengan jangka waktu yang lama. Hingga akhirnya ide membuat Pipa HDPE pun muncul dengan perhitungan beberapa karakter istimewa yang ada didalam bahan ini.

Penggunaan bahan yang tepat untuk Pipa HDPE membuat kelemahan penggunaan pipa PVC dan Besi tertutupi dengan sempurna. Karena pipa memiliki beberapa karakter lebih sempurna, diantaranya :

  • Kuat terhadap benturan tiba-tiba
  • Kelenturan tinggi (sehingga selain dalam bentuk batang, Pipa HDPE juga tersedia dalam bentuk roll dengan panjang puluhan hingga ratusan meter).
  • Pipa HDPE tidak memiliki sifat berkarat
  • Pipa HDPE tahan terhadap bahan kimia
  • Bahan thermoplastik memungkinkan prosedur persenyawaan sempurna (akan kami jelaskan dibagian bawah).
  • Aman untuk air bersih olahan yang bisa dikonsumsi, karena bahan yang lolos standard Food Grade.
  • Tahan terhadap bahan kimia, sehingga melindungi aliran dari pencemaran
  • Tahan terhadap cuaca terik hingga 60°

Kelebihan diatas membuat Pipa HDPE memiliki usia penggunaan hingga mencapai lebih dari 50 tahun. Pipa jenis ini pun cocok dipasang dimana saja. Mulai dari daerah Eropa yang memiliki iklim bersuhu rendah (pipa akan mengeras saat didinginkan) hingga kawasan beriklim tropis seperti Indonesia.

Prosedur Penyambungan Thermoplastik

Ilustrasi-Logo-HDPE

Dikutip dari Wikipedia thermoplastik adalah prosedur pengolahan bahan plastik yang memiliki sifat melunak saat dipanaskan dan akan mengeras pada saat didinginkan. Selain bahan Pipa HDPE, bahan ini juga memiliki beberapa jenis lain, diantaranya :

  • PET : Polietilen Tereflalat dengan simbol daur ulang satu
  • PE-HD : High Density Polietilen (bahan Pipa HDPE) dengan simbol daur ulang dua
  • PVC : Polivinil Klorida dengan simbol daur ulang tiga
  • PE-LE : Low Density Polietilen (LDPE) dengan kode daur ulang empat
  • PP : Polipropilen (PP) dengan kode daur ulang lima
  • PS : Polistiren dengan kode daur ulang enam
  • O : Plastik lain seperti Polikarbonat atau ABS dengan kode daur ulang 7

Dibandingkan dengan PVC (sebagai bahan pipa) bahan Pipa HDPE memiliki sifat lebih kaku, kuat, tangguh serta tahan lembab, namun dengan tingkat kelenturan lebih baik dan tinggi.

Selain itu, Pipa HDPE juga didesain memanfaatkan sifat bahan thermoplastik yang meleleh saat panas, namun mengeras saat suhu normal atau dingin pada proses penyambungan. Hal ini yang kemudian dikenal dengan istilah metode penyambungan persenyawaan sempurna.

Prosedur penyambungan ini dilakukan dengan cara memanaskan bagian yang hendak disambung satu dengan yang lain. Setelah proses dilakukan, dan suhu kembali normal, bagian sambungan akan merekat sempurna dan mengeras.

Tak hanya dari bagian luar, prosedur ini juga memungkinkan tidak terjadinya sekat dibagian sambungan (seperti yang Anda lihat di gambar hasil penyambungan Pipa HDPE).

Dalam hal metode penyambungan, Pipa HDPE memiliki 3 varian cara yang bisa Anda lakukan sesuai dengan kebutuhan. Diantaranya teknik Butt Fusion dan Electro fusion yang memanfaatkan sifat thermoplastik Pipa HDPE dengan bantuan mesin pemanas (welding machine dan mesin electro fusion).

Teknik penyambungan Pipa HDPE lain adalah dengan cara mechanical joint. Metode ini merupakan satu-satunya proses penyambungan tanpa menggunakan mesin (pemanas). Karena metode ini hanya dilakukan dengan bantuan aksesoris Pipa HDPE mechanical joint.